Kebijakan pendidikan di era teknologi 2025 di Indonesia memiliki beberapa fokus utama. Berikut adalah beberapa kebijakan yang diumumkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti:
- Perluasan Kurikulum Merdeka: Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim akan diperluas untuk memajukan pendidikan Indonesia. Aspek-aspek positif dari kurikulum ini seperti perancangan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa, Project-Based Learning, dan integrasi teknologi dalam proses pembelajaran akan ditingkatkan ยน.
- Pendidikan Karakter: Pendidikan karakter seperti etika, moral, dan nilai-nilai Pancasila akan menjadi bagian dari kurikulum yang akan diajarkan pada murid. Hal ini akan semakin diperkuat dengan berbagai kegiatan sosial di luar kelas dan juga kegiatan ekstrakurikuler .
- Pendidikan Keterampilan dan Vokasi: Pendidikan keterampilan dan vokasi akan terus mendapat perhatian dari pemerintah. SMK akan diperkuat, lembaga pelatihan kerja akan dikembangkan, dan program internship akan dibuka lebih luas .
- Peningkatan Kualitas Guru: Guru akan menjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pengembangan kompetensi guru, pelatihan profesional, sertifikasi, dan insentif untuk guru dengan performa bagus akan ditingkatkan .
- Ujian Nasional: Ujian Nasional akan kembali diadakan pada tahun 2026, setelah beberapa tahun tidak diadakan. Konsep Ujian Nasional baru sudah dirancang, namun belum akan diimplementasikan pada tahun 2025 .
Dampak dari kebijakan pendidikan di era teknologi 2025 di Indonesia dapat dirasakan dalam beberapa aspek:
- Peningkatan Kualitas Pendidikan: Dengan perluasan Kurikulum Merdeka, pendidikan karakter, pendidikan keterampilan dan vokasi, serta peningkatan kualitas guru, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat .
- Peningkatan Kemampuan Siswa: Dengan integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat memiliki kemampuan digital yang memadai untuk dapat bersaing di pasar kerja global .