
PEMBALAP Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, meluapkan kegembiraannya setelah sukses mengakhiri puasa kemenangan panjangnya sejak musim 2024. Pembalap asal Monako tersebut tampil dominan dan keluar sebagai juara pada seri Formula 1 Grand Prix Inggris yang berlangsung penuh drama di Sirkuit Silverstone, Minggu (5/7) waktu setempat.
Leclerc akhirnya kembali naik podium tertinggi setelah memenangi GP Inggris di Sirkuit Silverstone. Kemenangan itu menjadi yang pertama bagi pembalap Ferrari tersebut sejak 2024 sekaligus kemenangan ke-250 Ferrari di Formula 1.
Balapan berakhir di belakang Safety Car dalam lima lap terakhir setelah juara dunia empat kali Max Verstappen mengalami kecelakaan dengan mobil Red Bull miliknya. Pemimpin klasemen Kimi Antonelli juga mengalami kerusakan pelindung roda pada mobil Mercedes.
Leclerc yang memimpin balapan sejak awal tetap mempertahankan posisi terdepan hingga finis. Pembalap asal Monako itu pun mencatat kemenangan kesembilan sepanjang kariernya di Formula 1.
“Setelah semua kerja keras yang kami lakukan untuk mendapatkan kembali perasaan yang tepat dengan mobil, saya menemukan sesuatu kemarin dan memastikannya hari ini. Perasaan itu sudah kembali,” kata Leclerc dikutip dari AFP.
Ferrari sempat berada di posisi satu dan dua sebelum memasukkan kedua mobilnya saat periode Safety Car. Strategi tersebut membuat Leclerc tetap memimpin, tetapi Lewis Hamilton kehilangan posisi kedua setelah George Russell memilih tetap berada di lintasan dan akhirnya finis sebagai runner up.
Hamilton menerima hasil tersebut meski gagal membawa Ferrari meraih finis satu dua pertama di Silverstone sejak 2002. Ia juga mencatat podium ke-16 sepanjang kariernya di sirkuit tersebut.
“Selamat untuk Charles. Memenangi Grand Prix ini adalah pengalaman yang istimewa dan ini hasil yang luar biasa bagi tim kami. Saya tidak memilikinya hari ini. Semua keajaiban yang saya rasakan pada Jumat menghilang sepanjang akhir pekan,” Hamilton.
“Saya melewati bendera kuning dan saya tidak melihatnya, lalu saya melakukan start terlalu cepat. Saat nasib buruk datang, semuanya datang sekaligus,” imbuhnya.
Hamilton menilai Ferrari masih memiliki peluang memangkas jarak dengan Mercedes dalam perebutan gelar musim ini.
“Saya tidak yakin apa yang terjadi dengan Kimi (Antonelli), tetapi tim kami melakukan pekerjaan yang luar biasa. Kami masih harus bekerja untuk memangkas selisih performa murni, tetapi dua kemenangan musim ini benar-benar fantastis,” ujar Hamilton.
Antonelli yang memulai balapan dari pole position kelima musim ini sempat bangkit setelah start kurang baik dan berpeluang bersaing memperebutkan kemenangan. Namun, masalah pada mobilnya di penghujung balapan membuatnya finis di posisi ke-16 tanpa meraih poin.
Meski demikian, Antonelli masih memimpin klasemen pembalap dengan 179 poin, unggul atas rekan setimnya di Mercedes George Russell yang mengoleksi 154 poin dan Hamilton dengan 147 poin.
Sementara pada klasemen konstruktor, Mercedes masih nyaman di puncak dengan total 333 poin berkat modal tujuh kemenangan musim ini. Ferrari terus membayangi di peringkat kedua dengan koleksi 255 poin.
